MEDAN – Semangat pelestarian budaya mengalahkan cuaca di panggung akbar Gelar Melayu Serumpun (GEMES) ke-9 atau GEMES 2026. Meskipun sempat diguyur hujan, pelaksanaan hari ketiga (Day 3) yang berlangsung di Lapangan Merdeka Medan pada Senin (29/06/2026) tetap berjalan sukses, meriah, dan dipadati oleh antusiasme warga.
Sesuai dengan jargon yang diusung pada malam tersebut, "Hujan? Bukan Halangan! Hari ke-3 Gelar Melayu Serumpun Tetap Pecah!", dedikasi para pengisi acara dan kesetiaan penonton menjadi bukti suksesnya magnet budaya Melayu di Kota Medan.
Kelezatan Kuliner Tradisional dan Geliat Sore Hari
Kemeriahan hari ketiga sudah dimulai sejak pukul 13.00 WIB melalui Bazaar UMKM Ekonomi Kreatif. Salah satu daya tarik utama pada sore hari adalah digelarnya aksi Masak Besar 1.000 Porsi Bubur Pedas Melayu Deli pada pukul 15.00 - 17.00 WIB. Agenda kuliner legendaris ini sukses menarik perhatian warga yang ingin mencicipi langsung hidangan khas Kesultanan Deli tersebut.
Rangkaian Panggung Seni Maraton Hari Ke-3
Memasuki malam hari, panggung utama GEMES 2026 menyajikan pertunjukan seni estafet yang sangat padat dan memukau dari berbagai kontingen daerah hingga internasional:
* Sesi Pembuka & Religi: Diawali dengan hiburan Dendang Melayu, pembukaan oleh MC, penampilan syahdu Qasidah Bordah Junior Pantai Kualuh, serta jeda istirahat Sholat Isya.
* Pesona Budaya Sumatera Utara: Penampilan dari Kabupaten Asahan II (Sanggar d_artisticdance), Kabupaten Langkat (Sanggar Petuah Tenggara dan Perahu Etnic Production), Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, serta Kabupaten Labuhan Batu Utara.
* Delegasi Internasional & Mancanegara: Unjuk kreativitas memikat dari Kontingen Shongkla - Thailand, Kontingen Kuala Lumpur - Malaysia, dan penampilan seni dari Korean Center.
* Eksotisme Budaya Serambi Mekah (Aceh): Panggung malam ketiga ini diramaikan oleh banyak sanggar seni hebat asal Aceh, mulai dari Kabupaten Aceh Besar (Universitas Syiah Kuala UKM Seni Putroe Phang), Kabupaten Bireuen (Sanggar Mirah Delima), Kabupaten Aceh Timur (Sanggar Keuneubah Art), Kabupaten Pidie (Sanggar Pusaka Nanggroe), Kabupaten Aceh Barat (Sanggar Meusahoe Art x Bayeun Seutia), hingga Kota Lhokseumawe (Sanggar Angga Production).
* Seni Nusantara Lainnya: Penampilan dari Kabupaten Sarolangun - Jambi (Sanggar Seni Sarolangun Batuah), Drama Musikal, Kota Tanjung Pinang - Kepulauan Riau, serta Kota Pekanbaru (Yayasan Seri Mahkota Alam).
Rangkaian penampilan seni multikultural yang spektakuler ini ditutup dengan tertib melalui agenda Closing by MC tepat pada pukul 22.30 WIB. Melalui komitmen tinggi para peserta, malam ketiga GEMES 2026 sukses menyisipkan kenangan budaya yang mendalam bagi seluruh pariwisata Kota Medan.