MEDAN – Semangat toleransi dan kebersamaan menyelimuti Kota Medan dalam gelaran Perayaan Paskah Oikumene Kota Medan Tahun 2026. Acara yang mengusung tema "Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita" ini sukses diselenggarakan pada Rabu, 29 April 2026, bertempat di Pardede Hall, Medan, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.
Perhelatan ini menjadi cerminan nyata dari visi Kota Medan sebagai kota yang inklusif, sebagaimana tertuang dalam sub-tema acara: "Harmoni Paskah di Kota Toleransi: Paskah Oikumene sebagai Wajah Indahnya Pariwisata dan Keberagaman Kita."
Makna Persatuan dalam Oikumene
Kata Oikumene sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti “seluruh dunia yang dihuni”. Dalam konteks kekristenan, istilah ini dimaknai sebagai semangat persatuan antar gereja dan denominasi untuk hidup dalam kasih dan kesatuan. Semangat inilah yang melandasi berkumpulnya ribuan jemaat dari berbagai latar belakang gereja di satu lokasi untuk merayakan kebangkitan Kristus.
Wajah Keberagaman Kota Medan
Sebagai agenda tahunan yang rutin dilaksanakan, perayaan ini turut menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata Kota Medan. Event ini menampilkan wajah asli Kota Medan yang penuh keberagaman namun tetap dibalut dalam suasana yang damai, rukun, dan penuh sukacita.
Dalam suasana yang penuh kemeriahan, perayaan diisi dengan rangkaian ibadah yang khidmat serta berbagai penampilan pujian yang memukau. Dekorasi panggung yang megah dengan nuansa khas Paskah menambah kekhusyukan bagi seluruh jemaat dan tamu undangan yang hadir di Pardede Hall.
Pesan Toleransi dan Kemanusiaan
Kehadiran Pemerintah Kota Medan dalam perayaan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama. Melalui momentum Paskah, masyarakat diajak untuk terus membarui nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan cinta kasih demi mewujudkan Medan sebagai kota yang religius dan harmonis bagi semua.
Dengan suksesnya acara ini, diharapkan semangat Paskah Oikumene dapat terus membawa dampak positif bagi pembangunan karakter masyarakat serta memperkuat posisi Medan sebagai kota destinasi wisata religi yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.